Rabu, 20 Maret 2013

Fenomena Kontemporer


            Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberi warna sendiri dalam proses pembelajaran, serta melahirkan pemikiran baru di bidang paedagogi. Kehadiran TIK di sekolah juga menyusul alat-alat ilmiah seperti teleskop dan mikroskop yang ada sebelumnya memungkinkan kegiatan pembelajaran berakselerasi. Aneka informasi dapat begitu mudah di akses dan system komputansi makin mudah dan cepat di lakukan.
            Kecepatan komputer dalam melakukan perhitungan yang terdefinisi dengan baik memungkinkan guru-guru untuk melakukan penjelajahan aneka konsekuensi dari interaksi pembelajaran dengan cara yang relatif sederhana, suatu fenomena yang sebelumnya masih dianggap tidak mungkin. Dalam berbagai disiplin ilmu yang berbeda-beda, pengalaman atas kapasitas bari ini telah secara signifikan mengubah wawasan lama, dimana fenomena seringkali dipandang terlalu rumit untuk dianalisis secara serius. Muncul pengamatan kerangka kerja konseptual yang baru dan cukup umum dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena, mulai dari fenomena air mendidih hingga ke reayasa biologi. Singkatnya, perspektif munculnya potensi yang menawarkan kerangka kerja dan dukungan teoritis untuk memikirkan kembali paedagogi yang tidak dimulai dengan konsep struktur dan hierarki yang telah direncanakan sebelumya.
            Dalam system pembelajaran yang makin interaktif, tugas utama guru tidak untuk memahami dan melaksanakan organisasi de novo, atau disolasi dari peserta didik di dalam kelas. Guru juga menjadi pesintesis utama dan reflektor, orang yang memiliki tanggung jawab untuk membuat aktivitas kelas terlihat dan bermakna bagi semua perserta didik. Kontribus penting lain muncul pemikiran paedagogi mengenai cara memperluas lensa untuk menyertakan partisipasi siswa di tingkat kelompok.
Sama – sama belajar
Baik sebagai seni maupun sebagai ilmu, paedagogi harus memberi ruang gerak dan merangsang otak siswa untuk berfikir yang tentu memiliki beberapa implikasi penting bagi paedagogi. Perbedaan genetis dan daya tangkap otak siswa akan melahirkan kecenderungan perbedaan kecakapan berkembang dan daya nalarnya.
Prinsip-prinsip pedagogis mengikuti karakteristik dasar genetis dan otak yang dimaksud ;
1.      Siswa dan guru perlu memiliki ruang dan kesempatan untuk mengeksplorasi, yakni belajar secara aktif
2.      Siswa dan guru sama-sama aktif menjadi pembelajar, siswa dapat dipersepsi sebagai “partner”guru
3.      Guru memiliki peran khusus dalam meyakinkan bahwa semua pelajar perlu didukung secara istimewa
4.      Materi pelajaran menjadi kurang penting dibandingkan ruang dan kesempatan yang meyakinkan untuk mengeksplorasi
5.      Kriteria penting untuk pemilihan konten harus memfasilitasi kegunaannya dalam eksplorasi
6.      Yang terpenting adalah proses perkembangannya bukan hasilnya.
Ketika pembelajaran berlangsung,dimungkinkan untuk mengubah perspektif yang muncul, namun tidak menghilangkan peran guru. Dan  Implikasi penting bagi konteks pendidikan yang lebih luas , termasuk masalah penilaian dimana sukses paedagogi harus dikejar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar