Minggu, 13 Oktober 2013

Teori Kognitif – Sosial Albert Bandura



Fungsi utama dari pikiran adalah memungkinkan orang untuk memprediksi kejadian dan mengembangkan cara untuk mengontrol (kejadian) yang mempengaruhi hidup mereka (Bandura, 1995)
Teori kognitif-sosial dimulai dengan kerja klinis Albert Bandura dengan pasien yang fobia ular. Komponen utama dalam terapi ini adalah observasi mantan pasien yang memegang ular. Pasien yang dirawat mengabstraki informasi bahwa orang yang seperti mereka (mengalami fobia) memegang ular tanpa terkena efek buruk, dan pasien menggunakan informasi ini untuk merenungkan perilakunya sendiri. Juga, observasi atas mantan pasien yang memegang ular merupakan teknik terapi yang lebih efektif ketimbang persuasi dan observasi terhadap orang yang belum mengalami fobia ular.

Prinsip Belajar
            Teori Kognitif- Social Albert Bandura berusaha menjelaskan belajar dalam latar naturalistic. Berbeda dengan latar laboraturium, lingkungan social memberi banyak kesempatan bagi individu untuk mendapatkan keterampilan dan kemampuan yang kompleks melalui observasi perilaku model dan konsekuensi behavioral.

Asumsi Dasar
             Albert Bandura memiliki asumsi teori kognitif- sosial yang berkaitan dengan hakikat proses belajar dan hasil belajar.
          Karakteristik situasional yang memengaruhi reaksi pengamat terhadap model adalah : (a) atribut model, (b) tingkat ketidakpastian tentang arah tindakan tertentu dan (c) tingkat oenguatan yang ada di dalam situasi. Karakteristik pengamat juga memengaruhi responsivitas pengamat terhadap model.

Menciptakan Nilai Fungsional Perilaku
      Menurut teori kognitif- social, sesorang memerhatikan kejadian di lingkungan yang memprediksikan penguatan (Bandura, 1977). Mereka cenderung mengabaikan kejadian yang tidak mengandung kemungkinan penguatan. Karena itu, Bandura (1977) merekomendasikan agar pembelajaran harus diarahkan untuk menciptakan ekspektasi hasil positif. Harapan ini akan meninkatkan perhatian pada tugas. Contoh : kalau kita memiliki ekspektasi positif terhadap apa yang akan kita inginkan untuk dicapai, maka dengan ekspektasi positif ( harapan positif dengan usaha yang ada dalam proses) pasti akan mendapat ekspektasi hasil positifnya ( hasil akhir yang positif), maka dari itu misalnya jika kita ingin mendapatkan nilai akhir di mata kuliah psi. belajar dengan nilai A, kita juga harus menyelaraskan usaha agar mendapatkan nilai A, seperti (Belajar, bertanya dengan bu dina mengenai suatu hal yang tidak dipahami, mengerjakan tugas dll)
       Teori kognitif- social Albert Bandura diawali dengan analisisnya terhadap pendekatan sebelumnya tentang belajar perilaku imitative. Teori-teori sebelumnya mengajukan berbagai macam mekanisme untuk menjelaskan adopsi perilaku prososial dan antisocial. Termasik di dalamnya adalah penguatan untuk imitasi, pengasuhan, kekuasaan, kecemburuan, dan frustasi. Bandura mengusulkan satu paradigma tunggal untuk menjelaskan perolehan perilaku prososial maupun antisocial. Komponen-komponennya adalah : (a) model perilaku; (b) kosekuensi dari model; dan (c) proses kognitif pemelajar. Belajar menurut Bandura, dipresentasikan melalui tiga interaksi antara lingkungan, kegiatan internal individual, dan prilaku individual ( detarminisme resiprokal) termasuk di dalam teori ini adalah pengembangan sistem pengaturan diri, sebagai komponen yang diperlukan dalam mengembangkan kinerja yang unggul di setiap bidang. Termasuk dalam sistem ini adalah pemahaman ketangguhan pribadi, penentuan tujuan, evaluasi diri, dan imbalan atau hukuman yang diatur sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar