Kamis, 03 April 2014

TES INTELEGENSI

Menurut huxley ketika ia menggunakan kata intelegensi(intelleigence)?Intelegensi adalah salah satu milik kita yang paling berharga,tetapi bahkan orang yang paling cerdas sekalipun tidak sepakat tentang apa inteligensi itu. Intelegensi orang satu dengan yang lain cenderng berbeda-beda. Hal ini karena beberapa faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor yang mempengaruhi intelegensi antara lain sebagai berikut:
1.      Faktor bawaan
2.      Faktor minnat dan pembawaan yang khas
3.      Faktor pembentukan
4.      Faktor kematangan
5.      Faktor kebebasan

Kelima faktor diatas saling mempengaruhi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Jadi, untuk menentukan kecerdasan seseorang, tidak dapat hanya berpedoman atau berpatokan kepada salah satu faktor saja. Dan banyak oranng yang bertanya apakah Intelegensi bisa ditingkatkan?ya,bisa terutama saat dalam masa perkembangan.otak kita berkembang sangat pesat sampai 3 tahun pertama disitulah puncak mas otak  kita yang sangat aktif.dan setiap tes intelegensi administrasi sangatlah penting.
Gaya  belajar dan berfikir bukanlah kemampuan ,tetapi cara yang dipilih seorang untuk menggunakan Kemampuan,tetapi cara yang dipilih seseorang untuk menggunakan kemampuannya (drysdade,ross,&schuylrs,2001;sternberg,1997)
Tes intelegensi ini juga selalu diadakan disekolah sekolah dengan tujuan untuk mengetahui sampai mana kemampuan masing masing siswa nya,dan selalu diadakan ketika akan pembagian jurusan dimana siswa yang pantas akan masuk kelas sosial ataupun kelas ipa.dan amannya kita memberi tes intelegensi itu dari saat anak sudah mulai duduk di bangku SD(sekolah dasar),karena ketika anak masih dibawah umur 5 tahun biasanya disaat itu otak seseorang sedang berkembang untuk mencari dan menerima segala informasi yang ia dapatkan.dan ketika tes itu diadakan maka ada sebagian orang tua yang bertanya apakah hasil tes intelegensi untuk anaknya tersebut bisa dipercaya an akurat?menurut teori teori yang saya tahu dan dapatkan jawabannya ya bisa dipercaya karena hasil intelegensi akurat untuk mengukur kemampuan numerik seseorang. Dan suatu ketika ada seorang ibu yang sedang hamil,ia suka dengan musik klasik maka ia selalu mendengarkan musik MP3 ketika ia ingin tidur dan sekali kali ia juga menaruh MP3 tersebut diatas perutnya dengan maksud agar anaknya juga mendengar apa alunan musik klasik yg iya dengarkan sehingga anak dapat bereaksi didalam perutnya,maka saat suaminya selalu melihat seorang istrinya melakukan itu ia bertanya apakah sebenernya musik itu mempunyai kaitan pada intelegensi dan apa yg terjadi pada bayi dalam kandungan istrinya? Menurut saya, iya.karena bayi dalam kandungan intelegensinya akan meningkat.karena otak bayi sudah bekerja,walau sejak dalam kandungan terkadang musik itu mempengaruhi sense belajar

Minggu, 23 Maret 2014

Teori Ekologi Bronfen brenner

Felix ChristianEvelyn
Yunike Mariana
Ilmi Khoir Purba
(Tugas kelompok 4)


       Teori ekologi dikembangkan oleh urie Bronfen Brenner (1917-) yang fokus utamanya adalah pada konteks sosial di mana anak tinggal dan orang-orang yang memengaruhi perkembangan anak. Jika dikaitkan dengan pengalaman saya, budaya lingkungan di rumah maupun di luar rumah telah membentuk kepribadian dan mempengaruhi perkembangan saya .
          Teori ekologi dari Bronfen Brenner terdiri dari 5 sistem lingkungan:
  •        Mikrosistem adalah setting di mana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain adalah keluarga, teman sebaya, sekolah dan tetangga. Jika dikaitkan dengan pengalaman saya, setting ini terjadi ketika saya beriteraksi secara timbal balik dengan orang lain yang membantu menkonstruksi setting tersebut. Seperti; di kampus saya akan berinteraksi dengan dosen dan sahabat saya, apabila di rumah saya lebih menghabiskan waktu dengan orangtua dan keluarga.
  •         Mesosistem adalah kaitan antar-mikrosistem. Contohnya adalah hubungan antara pengalaman dalam keluarga dengan pengalaman di sekolah, dan antara keluarga dan teman sebaya. Jika dikaitkan dengan pengalaman saya, misalnya, pengalaman yang saya dapat dari keluarga adalah untuk selalu disiplin waktu dan sopan santun, dari sekolah adalah pelajaran mengenai moral, pentingnya menghargai waktu, sehingga ketika saya memiliki kegiatan seperti berjanji dengan orang penting di luar itu saya dapat di akui menjadi individu yang mmapu bersikap santun dan ontime dengan waktu
  •            Ekosistem terjadi ketika pengalaman di setting lain mempengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri. Jika dikaitkan dengan pengalaman saya, misalnya peran ayah dengan argumennya dalam memberikan pandangan hidup dan peran ibu dengan argumen sesuai persepsinya dalam memandang hidup akan berbeda, tapi mereka adalah kedua orangtua saya, dimana sama-sama memberikan peran penting dalam hidup saya, namun karena masing-masing individu meskipun telah hidup bersama wajar saja apabila memiliki persepsi yang berbeda, persepsi dari ayah dan ibu membentuk pola fikir saya dan dapat memberikan pengaruh untuk perkembangan saya.
  •      Makrosistem adalah kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Aspek dari status sosioekonomi murid adalah faktor perkembangan dalam kemiskinan. Jika dikaitkan dengan pengalaman saya adalah budaya melayu memiliki adat tertentu ketika menikah yang mau tidak mau harus saya ikuti apabila saya menikah nanti, contohnya; makan ayam hadap-hadapan, tepung tawar dan tukar tepak dengan pengantin laki-laki. Dalam melayu orangtua selalu menekankan sopan santun yang harus dijunjung tinggi, contohnya, cara berbicara dengan yang lebih tua, cara duduk, cara makan, cara berteman dan cara bertamu dll, hal itu saya dapatkan di dalam keluarga saya yang akhirnya telah terbiasa untuk selalu di aplikasikan sehari-hari.
  •     Kronosistem adalah kondisi sosiohistoris dari perkembangan anak. Jika dikaitkan dengan pengalaman saya adalah kemajuan teknologi yang semakin berkembang membuat saya lebih muda untuk mengakses / mengetahui apapun yang saya ingin ketahui hanya dengan menggunakan layanan internet, kondisi lainnya saya dapatkan di dalam kuliah pendidikan yang selalu memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan menyediakan sistem kuliah online, yang dapat  ditarik kesimpulan bahwa kita tidak hanya dapat belajar di dalam kelas tetapi dapat dimanapun dan kapanpun.

Jumat, 21 Maret 2014

Tahap Pengambilan Keputusan Metode Pelatihan Kelompok



Tahapan proses belajar kelompok sampai pada pemutusan untuk memakai metode pelatihan, yang dikaitkan dengan proses belajar-mengajar.
·   Motivasi   : ingin membagi informasi yang kelompok miliki dengan harapan masyrakat dapat mengaplikatifkannya di kehidupan sehari-hari.
·     Perhatian pada Pelajaran    : pelatihan yang diberikan menarik perhatian atau dapat menjadi sesuatu yang baru untuk lingkungan
·       Menerima dan Mengingat    : 1. dapat menyerap dengan baik informasi yang diberikan dari pelaitihan yang dibuat oleh kelompok, serta mengaplikatifkannya ke dalam sehari-hari
                                               2. pelatihan yang kelompok rencanankan, dirancang memiliki struktur dan perencanaan yang terkordinasi dengan  baik.

·      Reproduksi                 : tidak hanya menerima dan menerapkan saja, namun bisa mengembangkan skill yang diberikan dengan membuat hal lain
·     Generalisasi              : sebelumnya, salah satu anggota kami pernah terjun langsung untuk magang di Tze Chi, sehingga kami sepakat untuk membagi ilmu yang telah kami miliki kepada lingkungkan dengan menggunakan metode pelatihan.
·  Menerapkan apa yang telah dipelajari serta feedback, selain diberi pelatihan, kelompok juga menyiapkan bahan & alat sesuai dengan materi yang akan diberikan untuk memperaktekkan langsung bersamaan dikelas dan dibimbing langsung dengan kelompok.

METODE DEMONSTRASI



Metode demonstrasi adalah salah satu metode dalam pendidikan orang dewasa yang sangat sering digunakkan dalam  bidang pertanian maupun industri. Metode demonstrasi tidak seharusnya digunakan dalam setiap situasi, namun hendaknya disesuaikan dengan situasi. Demonstrasi dapat berhasil jika digunakan :

  •   Pada pengajaran manipulatif dan keterampilan
  •  Pada pengembangan pengertian
  •  Untuk menunjukkan bagaimana melakukan praktik-praktik baru
  •  Untuk memperkuat penerimaan terhadap sesuatu yang baru, dan memperbaiki cara melakukan sesuatu.

Secara umum jenis demonstasi ada 2, yakni demonstrasi cara dan demonstrasi hasil (Morgan, et al, 1976; flores, Bueno & Lapastora, 1984; Kang & Song, 1984)
Keuntungan dan Keterbasan Metode Demonstrasi 
      Keuntungan Metode Demonstrasi
  1.          Demonstrasi menarik dan menahan perhatian
  2.          Demonstrasi menghadirkan subjek dengan cara yang mudah dan dipahami
  3.          Demonstrasi meyakinkan hal-hal yang meragukan apakah dapat atau tidak dikerjakan
  4.           Metode demonstrasi menunjukkan pelaksanaan ilmu pengetahuan dengan contoh
  5.           Demonstrasi mempercepat penyerapan langsung dari sumber-sumbernya
  6.           Demonstrasi membantu mengembangkan kepemimpinan lokal 
  7.       Metode demonstrasi memberikan bukti bagi praktik yang dianjurkan
      Keterbatasan Metode Demonstrasi
  1.          Demontrasi yang baik tidak mudah dilaksanakan. Keterampilan yang memadai diperlukan untuk melaksanakan demonstrasi yang baik
  2.          Metode demonstrasi terbatas hanya untuk jenis pengajaran tertentu
  3.          Demonstrasi hasil memerlukan waktu yang banyak dan agak mahal
  4.          Demonstrasi memerlukan banyak persiapan awal
  5.          Demonstrasi menimbulkan iri, misalnya bagi petani yang tidak menjadi penyetor
  6.          Demonstrasi dapat terpengaruh oleh cuaca
  7.          Demonstrasi dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil
Adapun langkah-langkah dalam metode demonstrasi (Morgan, et al, 1976; flores, Bueno & Lapastora, 1984; Kang & Song, 1984) dapat disusun dengan cara ;
(1) merencanakan demonstrasi cara,
(2) mempersiapkan demonstrator,
(3) mempersiapkan pengamat,
(4) melakukan demonstrasi cara,
(5) menganalisis hasil.
Demonstrasi cara dapat dinilai dengan menggunakan daftar penilaian yang pada prinsipnya memasukkan semua butir yang terdapat dalam langkah-langkah demonstrasi cara itu sendiri dan dinilai tingkat keberhasilannya.
Tahapan demonstrasi hasil yang biasa diterapkan dengan cara ;
 (1) merencanakan,
 (2) mempersiapkan demonstrator,
 (3) melaksanakan dan,
 (4) menggunakan hasil.
Disamping itu, ditulisan ini juga diberi contoh tentang 4 langkah dalam pelatihan kerja yang mencakup; \

  1. Persiapan belajar,
  2. Mencoba keterampilan 
  3. Mencoba keterampilan, dan
  4. Tindak lanjut untuk situasi industri dan situasi sekolah.