Selasa, 19 Maret 2013

guru frustasi dan guru yang baik


1.      Sifat Guru Frustasi
Di banyak Negara profesi guru sangat dihormati. Namun demikian, dari sisi pandang guru sendiri, penyandang profesi ini juga tidak luput dari belengu permasalahan, karena mereka menghadapi aneka tantangan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Harris Interactive (2006), ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh guru yakni ;
1)      Guru yang memandang tidak cukup waktu merencanakan pembelajaran sebanyak 65%
2)      2 dari 3 guru menyatakan bahwa gaji tidak sesuai dengan beban pekerjaan sebanyak 64%
3)      Guru yang memandang bahwa membantu siswa secara individual sebagai salah satu tantangan yang berat sebanyak 60 %
4)      Guru yang mempersepsikan bahwa restise professional masih jauh dari harapan sebanyak 37 %
5)      Guru yang memandang bahwa pelaksanaan pembelajaran dikelas merupakan tantangan berat sebanyak 34 %
Ini berarti bahwa masih banyak guru yang belum secara sunguh-sungguh menjalankan tugas-tugas profesionalnya dalam suasana yang menyenangkan. Dan hal ini juga dapat mengundang frustasi di kalangan siswa. Sebagaimana termuat dalam situs http:/www.gladlywoulditeach.com
Beberapa ini adalah ciri-ciri guru yang menyebabkan  siswanya frustasi akibat kinerja buruk guru ketika melaksanakan proses pembelajaran :
a)      Pandangan negatif terhadap kegiatan mengajar atau pekerjaan mereka
b)      Sibuk bekerja dan kurangnya varietas dalam kegiatan kelas
c)      Kecongkakan
d)     Kurangnya pengetahuan
e)      Tidak mengenal banyak tentang siswanya dan hanya sebagian kecil guru yang melakukan usaha untuk mempelajari dan mengenali nama-nama siswanya
f)       Keengganan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa
g)      Apati

2.      Guru yang baik
Semua guru haruslah baik di mata siswanya. Marrie F . Hassett mengemukakan bahwa ketika berbicara tentang kualitas mengajar seorang guru, fokusnya berkaitan dengan masalah-masalah teknik, konten, dan presentasi.
Banyak orang, termasuk siswa mengakui bahwa mengajar yang biak sering kali tidak terlalu terkait dengan sikap terhadap siswa, materi yang diajarkan dan pekerjaan itu sendiri. Bagaimana karakteristik yang menunjukkan guru yang baik itu ? Guru dapat dikatakan sosok guru yang baik :
·         Memiliki kesadaran akan tujuan
·         Memiliki harapan akan keberhasilan bagi semua siswa
·         Mentoleransi ambiguitas
·         Menunjukkan kemauan beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan siswa
·         Merasa tidak nyaman jika kurang mengetahui
·         Belajar dari berbagai model
·         Menikmati pekerjaan dan siswa mereka
Hal ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan semua ciri- ciri itu harus dipenuhi seluruhnya. Karena, banyak guru yang oleh siswanya dinilai sangat baik ternyata hanya memiliki beberapa sifat yang dominan. Karakteristik yang disebutkan diatas hanya sebagai pilihan alat yang memungkinkan guru-guru menciptakan dan mempertahankan konektivitas di kelas mereka.
3.      Top 10 Kualitas Guru yang Baik
Semua guru harus menjadi guru yang baik namun kita juga tahu guru yang dikategorikan menjadi guru baik atau buruk itu seperti apa,ketika melihatnya tampil dikelas dan diluar kelas.
Dari situs http://www.ripplesofimprovement.com terungkap Top 10 kualitas guru yang baik, yang bukan tidak mungkin sangat sedikit yang memilikinya.
a)      Confidence atau keyakinan diri sendiri
b)      Patience atau kesabaran
c)      True compassion for their students
d)      Understanding atau pemahaman
e)   The ability to look at life  in a different way and to explain a topic in a different way atau kemampuan melihat kehidupan dengan cara yang berbeda dan menjelaskan topic dengan cara yang berbeda
f)       Dedication to excellence atau dedikasi untuk keunggulan
g)      Unwavering support atau teguh dalam memberikan dukungan
h)  Willingness to help student achieve atau kesediaan untuk membantu siswa  mencapai prestasi
i)       Pride in student’s accomplishments atau bangga atas prestasi siswa
j)     Passion for life atau bergairah untuk hidup

paedagogi praktis abad ke-21

Meski paedagogi secara definisi nyaris tidak pernah berubah,kajian atasnya terasa terus kontekstual sesuai dengan perjalanan sejarah peradaban pendidikan. Ketika memasuki abad ke-21, banyak orang tertarik untuk mendiskusikan paedagogi bahkan diberi nama Paedagogi Abad ke-21 yang dikenal juga sebagaipaedagogi progresif (progressive paedagogy). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termausk TIK memang telah melairkan perubahan besar dalam pola pembelajaran. Belakangan pun telah lahir paradigma baru  pembelajaran berbasik teknologi informasi dan komunikasi.
Paedagogi yang abstrak harus mampu menjelmakan sesuatu menjadi sesuatu yang kongkret. Paedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya.
Pemikiran inilah yng kemudian melahirkan apa yang disebut sebagai paedagogi praktis.
Menurut Carpenter (2001), ada 2 fungi penelitian paedagogi.
1) untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. temuannya pada dasarnya bersifat nonlinear.
2) untuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan , membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi paedagogi.
Tujuan pertama melahirkannya paedagog teoritis dan tujuan yang kedua untuk melahirkan paedagogi praktis

Minggu, 10 Maret 2013

Kuliah online pertama dikelas paedagogi

Hari ini kuliah online pertama di paedagogi yang prosesnya lumayan ribet..tetap datang ke kampus untuk diskusi sama teman kelopmpok mengenai tugas kelompok paedagogi.saat mau online untuk kuliah online eh sinyal wifi kampus ngadat dan akhirnya kelompok kami ke perpustakaan usu untuk diskusi dan kuliah online hehehe kuliah online sebenarnya adalah hal yg menyenangkan namun sulitnya sinyal terkadang membuat percakapan yg saat inti2 pembahasan dengan teman d chat terputus-putus. Dan percakapan lompat-lompat dan sedikit tidak nyambung!:)

Tips menjadi seorang guru yang disukai siswa

 Tips menjadi seorang guru yang disukai siswa
 Oleh: Agus samporno

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa?


Jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.

Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dijadikan panduan:

    Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
    Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
    Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
    Berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
    Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
    Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
    Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
    Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.



Penulis adalah seorang guru sekolah dasar di sekolah internasional .


Senin, 04 Maret 2013

mengajar,ahli pedagogi dan paradigma belajar


 Hari ini bu lita memberikan tugas untuk berifikir dalam waktu 5 menit untuk menuliskan gagasan pedidikan yang teman-teman ingin  terapkan :)
 Masuk ke pembahasannya yuk, adakah yang tahu apakah mengajar itu ? mungkin selama ini kita telah banyak mendengar definisi mengajar itu sendiri. Disinisi saya akan memberi tahu teman-teman tentang apasih mengajar itu?dan apa perbedaan mengajar dan pengajaran itu.
            Mengajar berasal dari kata “ajar”. Kata “ajar” bermakna member petunjuk atau menyampaikan informasi,pengetahuan,dab sejenisnya kepada subjek tertentu,diketahui atau dipahami. Mengajar bermakna tindakan seseorang atau tim dalam member petunjuk atau menyampaikan informasi,pengalaman,pengetahuan dan sejenisnya didik tertentu agar mereka mengetahui dan memeahaminya sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Pengalaman adalah semua proses tindakan yang terjadi dalam kerangka kegiatan mengajar. Baiklah,sudah pahamkan perbedaan keduanya ? :)
            Merujuk pada deskripsi singkat di atas,selanjutnya ditemukan beberapa istilah yang relevan dalam kaitannya dengan masalah interaksi guru dengan siswanya dikelas,seperti mengajar,belajar,pengajaran dan pembelajaran. Istilah mengajar merujuk pada tugas utama seorang guru didalam kelas (teacher centered), meski tanpa menafikan tugas siswa baik diluar atau didalam kelas. Istilah pengajaran bermakna interaksi guru dengan siswa, namun peran guru lebih dominan. Pembelajaran juga mengandung makna interakksi guru dengan siswa, namun keduanya memiliki peran penting, bahkan condong mengarah pada “ berpusat pada siswa” (student centered). Setelah melihat istilah dan definisinya, ternyata istilah “belajar” tidak sama dengan “pembelajaran” bukan. ?
            Mungkin teman-teman sekalian pada ingin tahu ya bagaimana sih karakteristik seorang guru yang memiliki kemampuan mengajar yang unggul ? Nah,dibawah saya akan mengungkap beberapa karakteristik seorang guru yang sangat baik dipandang sebagai salah satu energi yang memberikan jontribusi positif yang luar biasa terhadap terciptanya suasana belajar siswa dan yang membangkitkan minat mereka para siswa.
Keahlian pokok :
·        Memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran secara menyeluruh dan menunjukkan antusiasme yang menular untuk itu
·        Menguasai materi lebih jauh dari sekedar yang tertuang dalam buku teks standar
·        Meneliti dan mengembangkan pikiran-pikiran penting dan asli mengenai materi pembelajaran khusus
Ahli pedagogis :
·        Menetapkan tujuan-tujuan pembelajaran yang sesuai dan mampu mengkomunikasikannya dengan jelas
·        Menunjukkan sikap positif dab kepercayaan terhadap siswa, serta secara kontinyu bekerja untuk mengatasi kendala yang mungkin menghambat kemajuan belajar
Komunikator yang unggul :
·        Menunjukkan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan yang efektif
·        Menunjukkan kemampuan berorganisasi dan keterampilan perencanaan yang baik
·        Menggunakan bahasa sebagai jembatan budaya
Mentor yang berpusat pada siswa :
·        Menjadikan dan membuat kegiatan belajar siswa sebagai prioritas tertinggi
·        Menyediakan waktu secara ikhlas untuk mempengaruhi motivasi belajar siswa
Asesor yang sistematis dan berkelanjutan :
·        Mengembangkan dan mengunakan hasil penilaian untuk terus meningkatkan pengalaman belajar siswa sesuai dengan tujuan program
·        Mendukung upaya pengujian untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelajaran
Nah setelah membaca karakteristik diatas,ternyata tidak hanya harus memiliki karakteristik itu saja lho..teman-teman juga harus tahu ternyata seorang guru juga wajib didasari pada yang namanya “paradigma belajar” yang berbeda mengenai cara siswa belajar. Dan strategi tumbuh dari paradigm yang berbeda juga :)
            Guru akan menjadi lebih efektif juga bila dia secara sadar memilih untuk menggunakan strategi mengajar, memperluas perbendaharaan strategi, dan ahli dalam menggunakan strategi itu. Ada 5 strategi mengajar yaitu ;
1.      Pelatihan dan pelatihan lanjut
2.      Ceramah dan menjelaskan
3.      Mencari dan menemukan
4.      Kelompok dan tim
5.      Pengalaman dan refleksi
Oke,segitu aja pembahasan tentang topik “mengajar,ahli pedagogi dan paradigma belajar” nya ya teman-teman :) sekarang teman-teman dapat menilai apakah selama teman-teman berada di sekolah atau kampus, guru atau dosen kalian sudah menerapkan strategi belajar tersebut dan apakah guru atau dosen kalian sudah tergolong dalam karakteristik guru yang baik dengan  kemampuan mengajar yang unggul ? check it and thankyou :)